Beberapa yang terkesan adalah naik mobil FW, mobil keluaran tahun 79 ini dulu pernah dipakai Pak Camat se Indonesia, disaat itu mobil ini masih jarang. Saya kalau melihat seperti mobil ini kagum. Terakhir saya naik mobil jenis ini tahun 94 ketika mengantar saudara yang jadi manten, pengiringnya naik. Mobil jenis ini. FW.
Perjalanan kami menuju lembah bukit menoreh. Saya ingat karya SH. Mintarjo "Api di bukit Menoreh." Ternyata inilah bukitnya dekat Candi Borobudur.
Kami mengambil foto di sini, juga mampir dipeternakan madu. Sebenarnya sederhana tapi bisa jadi destinasi wisata. Juga Gamplong studio, sebuah tempat yang dipakai untuk syuting film Habibie Ainun. Sederhana tapi dapat menghasilkan uang. Itulah kreativitas orang-orang Jogja, apa-apa jadi uang..
Saya berpikir sebenarnya di Magetan juga bisa di setting seperti itu. Dibuat paket wisata, sehingga laku semua. Seperti di Karangreja ada produk Gamelan, nanti makannya di panggang Gandu. Terus menuju Sarangan, telaga wahyu, terus ke Bedengan Geni Langit.
Oo iyaa ditengah perjalanan kami bertemu dengan saudara kita dari Suriname, mereka cepat akrab kalau di sapa. Namanya Siamuels Sairi, mbah Buyutnya dari Solo dan Sunda. Di Suriname Dia seorang pengusaha. Kayaknya mencari uang di sana gampang. Dia sendiri punya restoran di 4 tempat. Restorannya menjual masakan Jawa tapi laris manis.
Saya menawari mampir di kampungku, Dia menolak halus, karena ada agenda yang lain.
Saya kasih gelang, sebagai kenang-kenangan, juga menolak tapi dibujuk Kanda Isnan sahabatku akhirnya mau menerima.
Saya bercanda sambil bertanya, "misalnya ada sedulur Jawa kerja di sana apakah bisa? ". Dia jawab , "bisa, di sana gajinya lumayan". Sebagai gambaran Dia kesini ongkosnya sekitar 60 an juta. Demi ingin melihat tanah kelahiran leluhurnya.
Isterinya 3, hidup rukun tinggal di sana, "ingin nambah satu lagi dari Indonesia", katanya sambil tertawa. Anaknya yang diajak 2, masih kuliah. Saya tanya, "berapa uang kuliahnya? ". Saya tidak tahu, pokoknya kalau minta uang ya dikasih begitu saja.
Mengharukannya lagi, saya dikasih uang 100.000, untuk beli kopi katanya, saya menolak, tapi Dia memaksa. Ya mungkin itu bentuk cintanya dengan saya. Sampai saat ini saya masih berkirim kabar. Semoga Dia se-rombongan dilindungi Allah, selamat hingga rumah masing-masing.
Magetan, 9 Oktober 2024

